Sinopsis Terbaru

Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 9 Part 1

blogger templates
-------------------------------------------------------------------
Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 9 Part 1

Sung hyang keluar dari  ruangan calon selir (yu jin) dengan tergesa-gesa namun di tengah jalan sung hyang berpas-pasan  dengan ta hwan, mereka saling terkejut. Saking gugupnya sung hyang menjatuhkan cangkir yang ada di nampannya. Pelayan ta hwan memarahi sung hyang, sung hyang meminta maaf dan tertunduk di hadapan ta hwan, ta hwan mememinta sung nyang untuk mengangkat wajahnya.

Sung hayng dengan perlaha-lahan pun mengangkat wajahnya, dengan terbata-bata ta hwan berkata “kau.. kau… kau.. kau kelihatan seperti tidak asing” *hadeuhhh oon sekali kamu abang #TepokJidatTahwan * ta hwan mengatakannya sambil ikut berjongkok di hadapan sung hyang.

Ta hwan melanjutkan lagi akan bertanya mengenai sung hyang namun adegan romantic mereka ini terganggu sama kedatangan dari ibu suri. Ibu suri datang meminta maaf karena terlambat, ta hwan juga mengatakan dia baru sampai. Ta hwan melihat lagi kearah sung hyang dan memintanya untuk membawakan lagi the dan juga makanan ringan. Sung hyang kaget dan berkata dalam hati “ini lah kesempatannya” *andwe… jangan… jangan bunuh pangeran gantengnya hihihi*

Ta hwan akan masuk ke dalam ruangan , dia bertanya mengapa mereka bertemu disini, ibu suri mengatakan disini ada ayng akan mereka lihat, ta hwan sedikit berfikir, ia melangkah maju dan sekali lagi ta hwan melihat kea rah sung hyang. Sung hyang melirik kea rah ta hwan dan memantapkan hatinya.

Ta hwan dan ibu suri masuk ke dalam kamar yu jin, yu jin sudah menunggu kedatangan ta hwan bersama dok man. Yu jin memperkenalkan dirinya pada ta hwan. Ta hwan terlihat tidak suka dan memanggil ibu suri namun ibu suri hanya menjawab bahwa dia ingin melihat hiburan karena yu jin pandai menari. Ta hwan hanya bisa menghela nafas mendengarnya.

Sung hyang berada di dapur sibuk mencari sesuatu, buka sana buka sini finally sung hyang mendapatkan yang ia cari, itu adalah sumpit, sung hyang akan menggunakan sumpit untuk membunuh ta hwan *OMG gak ada pisau, sumpitpun jadi ya hiks* sung hyang melihat sumpit itu dengan seksama dan terigatlah sung hyang saat ta hwan memberi pengakuan di goryo bahwa yang ingin membunuh ta hwan adalah orang-orang goryo da juga saat-saat terakhir sung hyang melihat ayahnya meninggal.

“jika aku tertangkap setelah membunuh raja, dang ki se pasti akan mencariku, itulah kesempatan ku untuk membunuhnya juga, dan aku juga akan bunuh diri” *maksod lo nyang, mau mati bunuh2an wew… cinta segitiga hhha*  sung hyang mengatakan itu sambil berkata dalam hati, sung hyang memasukkan sumpit itu ke dalam rambutnya sebagai tusuk konde.

Sung nyang berjalan keluar membawa minuman, kemudian dia mendengar lantunan music dari kamar yu jin, sung hyang melihatnya dengan amarah ayng menggebu-gebu. Di dalam kamar yu jin sedang menari di iringi music yang di bawakan dok man, namun ta hwan sama sekali tidak melihatnya dan tidak peduli akan semua ini.

Narasi sung hyang “ kasim dok man, ibu suri, raja, semuanya ada di ruangan, para kasim pengawal yang ada di luar semuanya adalah ahli bela diri, jika aku tidak ingin di ganggu, aku harus membunuhnya dengan satu gerakan”. Sung hyang masuk ke dalam ruangan, meletakkan the di hadapan ta hwan, ta hwan mengambilnya dan meminumnya, sung hyang bersiap-siap menarik sumpit di kepalanya, dengan tatapan yang tajam, sung hyang menusukkan sumpit itu kea rah leher ta hwan but aw… itu semua hanya ada di khayalan sung hyang. *busset.. kirain beneran hadeuh.. deg deg deg*

Di dalam ruangan yu jin terus menari, ta hwan sudah jengah dengan semua ini dan meminta yu jin untuk menghentikannya, ibu suri bertanya bagaimana menurutmu raja? Dia punya posture yang bagus. Ta hwan tidak menjawab dan akan pergi meninggalkan ruangan, namun ibu suri langsung berkata bahwa mala mini ta hwan harus disini, malam ini ta hwan harus memberikan keturunan karena ini adalah malam yang baik, ta hwan tetap menolak mengatakan bahwa ratu tidak ada bedanya dengan yeon cheol. Ta hwan pun pergi meninggalkan ruangan.


Ta hwan berjalan keluar dan berpas-pasan lagi dengan sung hyang, ta hwan berhenti sejenak dan melihat kea rah sung hyang, namun karena ia kesal, ta hwan pun pergi meninggalkan sung hyang begitu saja. sung hyang hanya bisa menghela nafas.

Di ruangan ibu suri tidak menyerah begitu saja, ibu suri menyusun rencana berikutnya, ibu suri menyuruh dok man untuk membawa yun jin langsung ke dalam kamar ta hwan, yu jin dan dok man sedikit kaget, dok man menyela namun ratu menegaskan, yeon cheol dan ratu tidak tau, jika mereka tau mereka tidak akan memiliki kesempatan.,

Tanasili sedang berada di dalam kamarnya merawat diri bersama pelayan setianya yang penjilat itu, pelayan itu memuji-muji tanasili bahwa rambutnya sangat bagus, dengan gaya angkuhnya tanasili berkata tentu saja, pelayan itu bertanya lagi apa malam ini tanasili akan bersama ta hwan, tanasili menjawab tidak aku hanya akan berbaring disini.

Pelayan itu tidak menyerah dan bertanya bagaimana kalau ta hwan melihat ke gadis lain, apa yang akan di lakukan, tanasili “gadis lain ? di istana ini siapa yang mampu menandingi kacantikanku”. Pelayan “tentu tidak ada ratu, tapi yang namanya hati laki-laki” belum sempat pelayan itu melanjutkannya tanasili memotongnya “hati laki-laki tidak akan mudah untuk tertarik, mereka akan jatuh cinta pada satu orang, siapa yang akan menguntungkan mereka?”. Tanasili menegaskan, tunggu sebentar lagi ta hwan akan bertekuk lutut padaku. Tanasili merasa senang akan pemikirannya, dia merentangkan tangan dan berbaring dengan bahagianya. *hah belum tau aja dia.. laki-laki itu… #Uhuk kurang tau deng saya hihihi*

Yu jin sedang mandi, sung hyang berada di belakangnya membersihkan tubuh yu jin, yu jin bertanya nama dari sung hyang, dan mengatakan di masa depan, sung hyang akan lebih sering membantunya disni dengan kerja keras dan sangat letih baik di dalam maupun luar kota, sung hyang mendengarkannya dengan seksama, namun suara dok man menghentikan mereka,

Sung hyang dan dok man pergi menuju kamar ta hwan membawa bungkusan besar yang di dalamnya berisi yu jin, dok man masuk ke dalam kamar ta hwan sambil membopong yu jin dan mendudukknya di ranjang ta hwan, saat di buka ta hwan kaget melihatnya. Dok man hanya bisa meminta maaf dan pergi. ta hwan kesal melihat semua ini dan meminta yu jin untuk keluar, yu jin tidak mau , ta hwan semakin membentak, terdengarlah suara ibu suri dari luar “kau harus bersama gadis itu, karena dengan cara ini mereka bisa mengalahkan yeon cheol” ta hwan “aku juga memilikir cara lain, tidak dengan cara ibusuri seperi ini”, ibusuri”harus mendapatkan keturunan untuk melanjutkan tahta dan mengkonfrontir yeon cheol”.
ta hwan semakin marah mendengar perkataan ibu suri menyingkitkan meja penuh makanan. Ta hwan bangkit berdiri dan akan membuka pintu namun terhenti mendengar ratu berbicara “fikirkanlah ayah dan istana” ibu suri duduk menunduk di depan kamar ta hwan, “tugas seorang ibusuri mengajari langkah-langkah untuk naik tahta walaupun itu hanya sebatas pelajaran, bahkan jika yang mulia segera memotong ‘ai’ kepala keluarga juga rela menerima hukuman” *mian gak begitu ngerti nih ai tu apaan tentang raja2 terdahulu* sung hyang dan dok man melihat kea rah ibusuri, ibu suri “ini adlah untuk menempatkan peraturan pelajaran kebatinan, tolong jangan menolak yang mulia”

ibu suri memanggil yu jin dan menyuruh yu jin untuk melayani ta hwan, yu jin datang dan berdiri di balakang ta hwan, dengan ragu-ragu dan pelan yu jin menyentuh pundak ta hwan dan memeluk ta hwan dari belakang, ta hwan hanya bisa diam dan menangis. *wew.. kalo laki2 lain pasti seneng tuh :P* di depan kamar ta hwan dok man dan sung hyang berdiri menunggu bersama para prajurit dan ‘tep’ lampu kama ta hwan mati, sung hyang melihat kea rah kamar ta hwan. *kira2 dia marah ato cemburu itu ya kkkkkki*
dok man keluar dari kamar ta hwan sambil membopong yu jin untuk kembali ke kamar yu jin, sung hyang melihat kea rah dalam kamar ta hwan, ta hwan sedang tertidur pulas di atas ranjangnya. Sung hyang berjalan keluar menerangi jalan dok man berfikir bahwa masih ada kesempatan untuk membunuh ta hwan, dan sung hyang terngiang suara wang yoo yang menyuruhnya untuk tetap hidup, karena dia akan kembali.


Di perbatasan bayan memandu partandingan antara wang yoo dan byung so, pertandingan di mulai, tuk tak tuk tak tuk wang yoo berhasil melumpuhkn byungso, byung so terus mnekan wang yoo dan prang pedang kayu wang yoo patah di laga pedang byungso yang sudah di tanamkan pesi di dalamnya. Ja hae tersenyum melihatnya. Dan finally byungso berhasil melumpuhkan wang yoo dan memukul kepala wang yoo sampai berdarah, wang yoo ambruk di buatnya. Semua budak kecewa akan hasil ini, dan para tentara tertawa gembira. Meski begitu semua teman-teman wang yoo dan para budak terus menyemangati wang yoo, sayup-sayup wang yoo mendengar teriakan mereka dan wang yoo pun seakan melihat sung hyang yeng menyemangatinya untuk menepati janjinya.

Byung so akan memukul kepala wang yoo namun wang yoo balik menyerang dan menyeruduknya memukulnya membabi buta, byung so pun tepar. Wang yoo mengambil pedang byung so melihatnya dan akan memukul byungso namun ‘sring’ pedang ja hae berada tepat di hadapan wang yoo, byung so lega melihatnya. Ja hae “ini adalah kompetisi keteampilan padang, kau tidak dapat menggunakan cara tercela untuk menang, merasa terhina wang yoo malah memukul pedang ja hae dan pedang ja hae terbelah menjadi 2, semua yang malihatnya terkejut.

Wang yoo menunjukkan kesemua orang yang ada disana mengatakan bahwa di dalam pedang ini ada besi yang tertanam di dalamnya, semua bersorak meminta untuk membunuh byung so. Byung so berteriak mengatakan untuk diam, byungso” Dorongan untuk membunuh saya telah membuat Anda gila, kan? Benar? Tapi apa yang harus dilakukan? Sekarang, aku akan menyerah. Lihat, aku sudah menyerah, hhhhhhha” *aigo.. udah licik masih bisa pulak dia ketawa-tawa fiuh*

semua budak tetap bersorak meminta untuk membunuh byung so, byung so ketakutan melihat teriakan masa, wang yoo mengangkat pedangnya dan akan memukul byung so namun wang yoo menhentikannya. Wang yoo membuang pedangnya menghadap ke bayan dan meminta bendera kemenangannya. Semua bersorak kea rah wang yoo.

Wang yoo “ jangan bermimpi terlalu banyak, aku tidak bertarung untuk kalian semua, aku punya alasan bahwa aku harus kembali, itu lah sebabnya aku mempertahankan hidupku, jika aku menjadi komandan kalian, tidak aka nada yang berubah, kita masih akan kekurangan makanan dan kelaparan, tapi aku bertarung untuk menang, menang lagi di pertempuran ini dan kembali, karena di tempat ini, siapa yang akan menjamin hidup kita, kita juga sudah pasrah, juga sudah tidak takut lagi, karena tempat ini adalah neraka, siapa yang akan melewati neraka ini ikuti aku, Pengecut dan orang-orang yang menyalahkan dewa dan menuduh orang lain, aku tidak membutuhkan orang–orang seperti itu”. Mendengar pidato panjang dari wang yoo seluruh budak terharu dan ikut mendukung wang yoo untuk berperang dan menunduk. Byung so dan pelayang wang go hanya bisa menatap kesal kea rah mereka.

Semua alat perang di kumpulkan para budak mulai dari pedang, panah, tameng, ke hadapan wang yoo dkk, pelayan wang yoo bang sin wo mengatakan ini bukalah peralatan untuk perang tapi ini untuk memukul bebek bahkan lebih kuat pemukul bebek. byung so datang dan mengatakan bahwa mulai dari sekarang dia adalah wakil kapten *Fuih*.

‘dung dung dung’ peringatan ada penyerangan dari kelompok turki, semua general sudah berkumpul dan berdiri di atas melihat pasukan turki, mereka menggunakan topeng, keponakan bayan menjelaskan tentang mereka, ketua mereka memiliki bekas luka yang cukup serius di wajahnya jadi dia menggunakan topeng.

Di istana dok man mengumpulkan para pelayan dan memberikan tugas pada mereka, sung hyang mendapatkan tugas untuk membilas sprey. Sung hyang mengasah sumpitnya, hong dan jo datang membawa cucian. hOng bertanya pada sung hyang apa sung hyang tau bahwa katanya ada selir yang akan di angkat, sung haygn merasa tidak tertarik dan melanjutkan pekerjaannya.


Tanasili dan ki se berjalan-jalan di istana, ki se memberi tahu bahwa berita malam pertama tanasili ayng gagal bersama ta hwan sudah menyebar di istana, tanasili mengatakan untuk tidak usah khawatir karena dia akan membuat ta hwan bertekuk lutu padanya. Ki se menyruhnya untuk tidak sombong dan segera mendapatkan keturunan. Namun lagi-lagi tanasili menyuruh abangnya itu untuk tidak khawatir.

‘hhahhihhu’ para pelayan tertawa-tawa di belakang mereka, tanasili melihat kea rah belakang mereka langsung terdiam, menghormat dan pergi. ‘hahahaha’ terdengar lagi pelayan-pelayan tertawa di atas tangga, mereka terdiam setelah melihat ratu dan ki se. ki se tidak menyukai keadaan seperti ini dan meminta tanasili untuk memanggilnya dan menghukum mereka.

Semua pelayan yang tertawa di atas tangga di panggil dan di Tanya mengenai apa yang mereka tertawakan, pim jo dengan takut-takut menjawab bahwa akan ada selir baru. Tanasili syok akan terjatuh namun di pegang ki se. ki se bertanya siapa dia, pim jo hanya mengatakan bahwa dia adalah orang dari goryo. Tanasili semakin memanas dan meminta untuk memanggilkan seluruh pelayan dari goryo.

Lanjut ke part 2 ya chingu

0 Response to "Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 9 Part 1"

Post a Comment