Sinopsis Terbaru

Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 22 Part 1

blogger templates
======================================
Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 22 Part 1

Dok man berjalan terburu2, di depan dia bertemu dengan ki se. kise bertanya kemana dok man akan pergi, dok man menjwab kalau ratu menyruhnya untuk menemui ta hwan. Jae ha datang melapor ke kakaknya bahwa ada jalan rahasia untuk keluar, ki se kesal ia menyuruh jalan itu untuk di tutup dan juga melakukan pencarian di gerbang selatan karena ada tetesan darah disana.


Sung nyang kedinginan dan memakai selimut, ta hwan bertanya apa ini karena sung nyang mencari surat darah itu, sung nyang menjwab ia tapi jeok ho tidak memiliki surat darah itu. Dok man datang ia menghadap ta hwan, ta hwan menyruh dok man untuk segera memeriksa luka sun gnynang.

Luka sung nyang sudah di perban tapi sung nyang masih saja kedinginan, menggil dan pucat. Dok man menyruh sung nyang memberikan tangannya karena dok man akan memeriksa nadi sung nyang. Setelah di periksa dok man tiba2 saja memasang wajah terkejutnya. Sung nyang bertanya ada apa, dok man seperti menutupi Sesuatu dan berkata tidak apa2, ini semua karena sung nyang kehilangan banyak darah.

Ta hwan mengatakan kalau mereka harus menyembunyikan sung nyang di istana selir, sungnnyang menolak karena ia harus bertemu dengan jeok ho, sung nyang berkata ia tau jalan rahasia di pelataran tae ik. Dok man menjwab sung nyang bahwa ki se sudah mengetahui jalan rahasia itu. Ta hwan “Dang Gi Se tahu bahwa kau melakukan ini, jadi kau juga tidak bisa pergi ke Istana Tamu. Istana Selir adalah satu-satunya tempat yang tidak mengijinkan Pengawal Istana untuk masuk. “ gol ta “ Tempat ini dijaga ketat, jadi memasuki Istana Selir tidak akan mudah.”ta hwan “ Tidak ada cara lain. Kita harus menyembunyikan Nyang di Istana Selir.” Karena kebuntuan ini dok man berkata ia memiliki rencana.
Dok man mengiringi tandu untuk masuk ke istana selir, di dalam tandu sudah ada sung nyang yang harap2 cemas ia akan ketahuan. Di pintu gerbang ada pemeriksaan, byung so memaksa untuk memriksa karena ini adalah peraturan, dok man protes karena sejak kapan petugas gerbang berani melihat wajah selir. Byung so tetap nekat akan membuka pintu tandu, dok man bergerak cepat ia menutup kembali pintu tandu itu dan pura2 marah kalau ini yang byung so makan sebaiknya mereka kembali saja, dok man memerintah petugas untuk berputar tapi karena itulah byung so mengijinkan karena ia tak mau dapat masalah dengan ta hwan.

Dok man berhasil masuk ke dalam istana, ia masuk ke sebuah ruangan yang sangat kotor bersama Hong. Dok man “Di masa lalu, beberapa selir  bunuh diri disini. Karena ada rumor bahwa hantu muncul disini, tidak ada yang berani mendekat kesini. Nyang pasti akan takut  tinggal disini sendirian. Jadi aku akan membiarkan Dayang Istana No tinggal disini juga. Hong Dan, kau bisa berpura-pura untuk melayani Dayang Istana No demi mengurus Nyang.” Hong pun bersedia melakukannya.

Sung nyang berjanji jika ia sudah sehat sung nyang akan segera keluar dari sini, dok man mengeti dan akan keluar tapi ia terhenti dan seperti akan mengatakan sesuatu, karena ada hong ia pun tidak jadi mengatakannya. Dok man menyuruh hong untuk mengikutinya karena ia akan memberikan sesuatu yang lain. Sung nyang duduk sendiri di dalam ruangan itu dengan lemah.
Pagi hari yeon cheol mengucapkan selamat kepada ta hwan karena berita kehamilan tanasili, ta hwan menjwab ia dan memuji tanasili yang sudah bekerja dengan keras. Tanasili selalu tersenyum dan mengusulkan pada ta hwan untuk memberikan bantuan beras pada rakyat karena berita bahagia ini, yeoncheol pun juga senang dan menyetujuinya. Ta hwan hanya bisa mengatakan ia dan menurut.

Ki se masuk ke dalam ruangan, ia memohon sesuatu pada tanasili bahwa ia harus menggeledah istana selir bersama pengawal istana, ta hwan dan tansili kaget. Yeoncheol “kalian masih belum menemukannya?” ki se “Jika kami masih tidak bisa menemukan mereka di Istana Selir, maka kami hanya bisa berasumsi bahwa mereka telah melarikan diri dari istana.” Yeoncheol mengerti dan juga memohon ijin pada tanasili, tanasili tidak mengijinkan ini karena ini adalah peraturan dan ia akan sangat di kecam karena hal ini, tanasili akan memeriksa sendiri dengan bersama para lady dan kasim.
Yeoncheol dan kise keluar dari ruangan, yeoncheol mengatakan kalau tidak ada alasan jeon ho untuk mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi surat darah, jika dia memilikinya ia pasti sudah memberikannya pada ibusuri, yeoncheol melihat kanan kiri depan belakang, setelah aman ia mendekat ke kise ia menyruh ki se untuk mencari darah binantang, kise tidak mengerti, yeoncheol memberitahu rencana liciknya untuk membuat sendiri surat darah itu.

Yeoncheol memang benar2 licik, ia menulis surat darah itu seprti ini “Anakku, semua ini kesalahan ayahmu yang tidak kompeten. Setelah kau menjadi Kaisar setelah aku mati, Kau harus percaya dan mengandalkan Perdana Menteri Yeon Cheol. Perdana Menteri Yeon Cheol adalah satu-satunya orang yang bisa melindungimu dan Yuan. Maafkan aku, anakku. “ akhir kata yeoncheol memberikan stempel istana, ia tertawa senang melihat surat darah itu.
Hon dan lady  lu datang ke ruangan sung nyang, hong membawa banyak makanan, ia juga senang karena dok man memberikan banyak buah. Hong mencoba jeruk mandarin itu tapi rasanya sangat masam, sung nyang juga ikut mencoba tapi ia mengatakan itu tidak masam dan menyukainya, lady lu menatap sung nyang sedikit curiga.

Ta hwan di kamarnya menerima laporan dari gol ta, ta hwan bertanya bagaimana kabar sung nyang, gol ta menjawab kalau itu baik2 saja, gol ta menawari ta hwan untuk menemui sung nyang tapi ta hwan tidak mau karena daerah itu semuanya adalah orang2 tanasili, jadi ta hwan tidak mau membuat sung nyang berada dalam bahaya. Gol ta “Jika anda pergi ke halaman di kediaman Selir Pak, ada sebuah pintu yang mengarah ke istana yang terabaikan. Tak seorangpun akan tahu jika anda pergi kesana pada malam hari.”

Ta hwan berjalan menuju istana selir, memang belum beruntung, ta hwan malah bertemu nenk sihir tanasili, tanasili bertanya untuk apa ta hwan berada disini, ta hwan mengatakan akan menemui selir yu jin karena ia belakangn ini mengabikannya, tanasili tidak terima, yu jin makan tidur dan hidup dengan baik jadi tanasili tidak ingin ta hwan kembali untuk mengunjunginya.ta hwan tidak bisa berkata apa2 lagi dan kembali pergi. *hadohhh gagal rencana*

Selepas kepergian ta whan, tanasili bertanya tentang bayi yu jin yang kemungkinan adalah laki2, kepala pelayan membenarkan, tanasili mulai khwatir jika yu jin memiliki anak laki2 dan dia perempuan maka tamatlah dia, tanasili meminta kepala pelayan untuk mengatur jadwal untuk bertemu tabib istana karea ia ingin di periksa jenis bayinya. *hah.. ya kalo hamil, lu kan nerka2 sendiri :P*

Sung nyang di kamrnya muntah2 pada malam hari, lady lu terbangun ia melihat sung nyang, sung nyang meminta maaf karena lady lu terbangun karena suaranya dan ini karena ia makan terlalu banyak. Lady lu masih melihat sung nyang curiga, lady lu bertanya langsung kepada su gnyang “Apa kau mendapat karunia? Aku bertanya, apa kau sedang hamil.” Sung nyang kaget “ Tidak mungkin. Bagaimana bisa saya hamil?” lady lu “ Tidak, kau jelas hamil. Aku tidak pernah salah.” Sung nyang tampak memikirkannya dan suara dok man memanggilnya dari luar kamar.
Sung nyang menemui dok man di luar, dok man memberikan baju dan juga obat2 untuk sung nyang  “Ganti dengan pakaian ini. Rebus satu bungkus saat pagi dan malam. Kau harus minum obat ini. Juga, jangan masuk angin. Kau harus menjaga api menyala di dalam kamar.” Sung nyang menanyakan langsung kepada dok man untuk menjawab dengan jujur mengapa dok man terkejut saat memeriksa nadi sung nyang dan kenapa dok man sangat baik padanya dan obat2 ini sebenarnya obat apa?”

Dok man “Ini mungkin bukan anak Baginda... Apakah ini anak Wang Yu? Dugaanku benar. Benar. Kau sedang hamil. Dari nadimu, kehamilanmu sekitar 3 atau 4 bulan. Dan kau terluka  dan kehilangan banyak darah...” sung nyang bertanya bagaimana keadaan bayinya, dok man mengatakan jangan khawatir karena nadi sung nyang sangat kuat, dok man tidak menyelahkan sung nyang karena hal ini karena sung nyang bukanlah pelayan istana lagi, sampai wang yoo datang kesini dok man berjanji akan mengurus sung nyang dengan baik. Dok man pun pergi meninggalkan sung nyang yang meneteskan air mata. *kog agak aneh ya chingu,,, kalo sung nyang aja udah 3 atau 4 bulan lah terus yu jin kenapa belum lahiran dan 4 bulan lagi baru lahir, harusnya ini udah waktunya yu jin lahiran dong.. kan yu jin duluan yang hamil… arghh gimana nih penulisnya,,, gak ngitung apa dia yah  hm tp ya namnya juga drama, ini semua di dunia khayal kkke. Btw cowk2 di drama ini manjur2 ya , baru sekali udah langsung tekdung, Cuma tanasili aja yang geje kkkke eh tapi apa udah parnah ta hwan sama tanasili, kan gagal2 terus kkkke*

Tanasili di periksa tabib istana, tanasili bertanya apa jenis anak ini , apa laki2 atau perempuan. Tabib memasang wajah lesu dan meminta maaf karena sebenarnya tanasili ini tidka hamil, tanasili kaget dan menangis . tabib “ Yang Mulia, anda hanya membayangkan bahwa anda hamil. Karena anda sangat menginginkan seorang anak, tubuh anda akan menunjukkan gejala kehamilan...” tanasili “diam, Aku jelas... Aku jelas mengalami mual pagi dan aku memiliki benjolan di perutku. Beraninya kau bicara omong kosong!” Tabib “ Yang Mulia, anda tidak subur. Anda tidak bisa memiliki anak.” Tanasili kaget mendengar ia mandul dan jatuh pingsan.

Sung nyang tidak bisa tidur ia terduduk di lantai, lady lu mendekatinya berkata ada apa. Saya tak pernah terpikir untuk memiliki anak. Bagaimana saya akan melindungi anak ini? Bisakah saya merawatnya dengan baik? Semuanya gelap di depan mata saya.” Lady lu “ Wanita yang hamil untuk pertama kali, itu sama sepertimu. Tapi seorang ibu yang memiliki anak, lebih kuat dari siapapun di dunia. Langit memberi kita tubuh yang lemah, tapi juga memberi kita kemauan yang kuat.”
Sung nyang masih tidak PD, lady lu menenangkan dan bertanya seperti apa ibu sung nyang. Sung nyang “Ibu saya menggunakan hidupnya sendiri untuk melindungi saya.” Lady lu “ Itulah hati seorang ibu. Asalkan itu untuk anak mereka, mereka tidak takut apapun di dunia. Itulah cinta seorang ibu. Hidup adalah hadiah dari langit, jadi layak untuk disyukuri. Bahkan jika itu bagi anak, kau harus memikirkan hal-hal bahagia.” Sung nyang menangis dan ia mengerti.

Lady lu mengusap2 perut sung nyang “Nak, jangan khawatir. Keluarlah saat waktunya. Aku juga akan lebih baik dan bersiap untuk menjadi nenek yang baik.”

Byung so dan rombongan datang ke desa goryo, mereka menangkap para warga untuk di jadikan budak, ini dilakukan byung so untuk memancing jeok ho keluar dan menyerahkan surat darah itu. Jeok ho yang melihat semuanya ikut terpancing akan keluar, tapi sin wo menahannya. “Apa kau akan menyia-nyiakan hidupmu? “ jeok ho “ Mereka tertangkap karena aku dan kau menginginkan aku untuk melihat saja? Aku akan mati setelah membunuh mereka lebih dulu.”  Shin wo tidak mau melepaskan jeok ho mati sia2 dengan terpaksa jen park memukul tenkuk jeok ho dan jeok ho pingsan.
Jen park “Apakah tepat bagi Sung Nyang untuk tinggal di Istana Selir?” sin wo “ Apalagi yang bisa kita lakukan? Kepala Kasim Dok Man bilang dia punya cara untuk membawanya keluar dari istana. Kita hanya bisa menunggu.” Jenp park “Haruskah kita melapor pada Yang Mulia? “ shin wo “ Melapor sekarang hanya akan membuatnya khawatir. Kita akan menunggu sampai Sung Nyang keluar lebih dulu.”

Tanasili sedang ada di kamarnya sedang berfikir, kepala pelayan datang dan memberi tahu bahwa tabib akan menyebunyikan kebenaran itu, kepala pelayan menyarankan tanasili untuk mengakui ini semua karena beberapa bulan kedepan tanasili pasti akan ketahuan, tanasili menolak karena ia akan melakukan perawatan kesuburan. Kepala pelayan kaget karena proses itu sangat menyakitkan, tanasili tidak peduli seberapa sakit itu yang penting ia bisa memiliki anak atau ia hanya akna berakhir sebagai ratu dengan hanya sebagai nama saja.

Yu jin dan dok man mengunjungi sung nyang, dok man mengatakan sung nyang bisa keluar dari istana pada saat yu jin akan melahirkan karena yu jin akan meminta ijin untuk melahirkan di luar istana saat itulah yu jin akan membawa sung nyang untuk keluar, sung nyang berterima kasih pada yu jin,yu jin mengatakan bukankah sesame orang goryo harus saling tolong menolong. Sung nyang juga berterima kasih pada dok man dan tidak akan melupakan kebaikan dok man. Yu jin memegang tangan sung nyang ia mengatakan jika wang yoo tau bahwa sung nyang hamil pasti wang yoo akan sangat senang. Sung nyang terharu mendengarnya dan menangis bahagia.
Dan sang pangeran hati sung nyang ternyata baru sampai ke goryo. Jombak dan musong senang malihat ibukota goryo lagi karena inilah yang mereka impikan. Wang yoo datang ke istana ia kaget ada kasus uang palsu, wang yoo bertemu ayahnya “Ini palsu? Lalu, sejauh ini menteri Yuan telah membayar pendidikan dengan uang kertas palsu? “ ayah “Itulah yang kudengar. “ wang yoo “ Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi? “ ayah “Gim Ja Chi yang bertanggung jawab atas pendidikan dan menteri Yuan telah bersekongkol. “ *tunggu.. bukannya bpk wang yoo udah is dead ya.. episode berapa tu ya,,, udah ninggal tau belom sih,, lupa mimin*

Bersambung ke part 2

0 Response to "Sinopsis Drama Korea Empress Ki Episode 22 Part 1"

Post a Comment